Cara Mempercepat Loading WordPress dengan Mudah

Sebagian besar caching dapat meningkatkan performa situs. Gunakan plugin untuk menyimpan cache dari website Anda. Untuk itu, Anda bisa memilih plugin-plugin cache terbaik yang ada di WordPress. Dua plugin paling populer untuk cache adalah W3 Total Cache dan WP Super Cache. Dengan menggunakan cache, website WordPress Anda secara otomatis dapat lebih cepat. Minify adalah salah satu teknik yang berguna jika Anda hendak meningkatkan performa website. Teknik ini akan memperkecil ukuran file front-end dan script (HTML, CSS, JavaScript) dengan cara menghapus karakter yang tidak terkait, seperti space dan komentar dari file-file tersebut. Gambar merupakan salah satu elemen yang dapat memperlambat loading situs. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan gambar. Anda dapat memulainya dengan menentukan besaran dimensi gambar maksimum untuk ukuran thumbnail, medium, dan large. Hal kedua yang dapat Anda lakukan adalah mengurangi ukuran gambar yang diupload tanpa mengubah ukur an aslinya atau mengurangi kualitas gambar. Pagination atau membagi konten mengacu pada teknik untuk menyederhanakan atau memperpendek konten yang lebih panjang.

Ini harus disertakan pada setiap respons server asal, karena keduanya memvalidasi dan mengatur panjang cache. Jika header tidak ditemukan, maka akan menghasilkan permintaan baru untuk resource setiap saat, yang meningkatkan beban pada server kamu. Memanfaatkan caching header memastikan bahwa permintaan berikutnya tidak perlu dimuat dari server, sehingga menghemat bandwidth dan meningkatkan performa website kamu. Perlu juga diingat bahwa kamu tidak dapat memperbaikinya jika masalah ini muncul dari resource pihak ketiga. Kamu sebaiknya memberi detail dimensi gambar yang kamu upload secara spesifik. Ini berarti memasukkan lebar dan tinggi gambar kamu di kode HTML. Beberapa server dan proxy server biasanya tidak bisa meng-cache query strings, bahkan jika cache-control:public header ada. Jadi dengan menghapusnya, kamu terk adang bisa memperbaiki caching di websitemu. Ini bisa dengan mudah dilakukan dengan kode atau plugin WordPress gratis. Ini adalah header HTTP dan harus disertakan pada setiap respons server asal, karena memberitahukan browser apakah klien dapat menangani versi konten yang dikompres atau tidak.

https://projects.co.id/public/browse_services/view/1c3412/jasa-15-backlink-pbn-murah-dofollow-da-50 Karena kita baru membuat website beberapa diantaranya kamu bisa melakukannya setelah kamu memiliki konten yang banyak. Cara optimasi website WordPress selanjutnya adalah mengoptimalkan gambar. Bagaimana maksudnya? Gambar adalah salah satu elemen penting dalam website yang termasuk kedalam kategori "berat". Maka dari itu kamu perlu melakukan resize gambar yang akan kamu gunakan dalam artikel. Contohnya kamu menggunakan gambar 1020 px dengan ukuran 150 kb. Seba iknya kamu melakukan resize menjadi 600 px atau 500 px sehingga akan mengurangi ukuran gambar. Untuk mengubah piksel gambar kamu bisa menggunakan software Paint atau Photoshop. Setelah itu kamu bisa mengecilkan kembali menggunakan tool mengecilkan ukuran gambar. Usahakan kamu menggunakan gambar dengan ukuran di bawah 50 kb, jika bisa lebih kecil akan lebih baik. Kamu juga bisa menggunakan plugin untuk mengoptimalkan gambar secara otomatis seperti Smush atau Optimus. Widget merupakan fitur tambahan yang membuat website tampil lebih bagus. Namun menggunakan widget dengan tidak wajar malah akan membuat website menjadi berat. Untuk beberapa widget memerlukan loading JavaScript dan CSS ketika mereka menjalani render. Contohnya yang sering ketemu adalah pada widget Facebook, Twitter, maupun Google Plus. Ada satu plugin yang mencakup hampir semua widget tersedia yang memurut saya tidak terlalu berat adalah plugin Jetpack. Saya sudah mencobanya dan hasilnya tidak ada pengaruh sama sekali un tuk website. Kamu bisa membandingkannya dengan plugin yang lain. Silakan bandingkan dengan cara cek di GTMetrix, biasanya jika widget bermasalah maka akan diberitahukan di sana. Begitulah pembahasan kita tentang cara membuat website dari nol Part 3 yaitu cara optimasi website WordPress. Sebenarnya masih banyak yang belum di bahas pada pembahasan ini. Jika saya membahas terlalu banyak nanti kamu akan semakin bingung. Jadi saya rasa dengan melakukan cara di atas akan membuat website kamu terasa lebih ringan. Nah, Kita akan bertemu lagi diartikel berikutnya yaitu Perkenalan Menu-Menu pada WordPress.

Penyedia shared hosting yang baik memiliki pengukuran ekstra untuk mengoptimasi performa website. Tapi, pada shared hosting, Anda berbagi sumber server dengan banyak pelanggan lain. Ini berarti bila situs pelanggan lain memiliki banyak traffic, dampaknya terjadi pada keseluruhan performa server yang pada akhirnya akan memperlambat website Anda. Sebaliknya, menggunakan layanan managed WordPress hosting memberi Anda konfigurasi server yang paling teroptimasi untuk menjalankan WordPress. Perusahaan Managed WordPress hosting juga menawarkan backup otomatis, update WordPress otomatis, dan konfigurasi keamanan yang lebih baik untuk melindungi website Anda. Silahkan kunjungi website Dewaweb untuk mengetahui lebih rinci tentang layanan kami. Kita tahu kalau melakukan perubahan pada konfigurasi website bisa jadi hal yang menakutkan untuk pemula, terutama bila Anda tidak melek teknologi. Tapi jangan khawatir, Anda tidak sendirian. Kami akan tunjukkan bagaimaan Anda bisa meningkatkan kecepatan situs WordPress dengan hanya beberapa kali klik. Halaman WordPress bersifat dinamis. Ini berarti terjadi perubahan pada tiap kali orang mengunjungi sebuah postingan atau halaman pada website Anda.